Kenapa jaringan indosat lemot dibanding provider lain?

RYANID.MY.ID - Indosat adalah salah satu penyedia layanan ISP dan sekaligus simcard untuk GSM. Sudah sejak lama, provider kuning indosat terkenal atas speed akses internet nya yang lemot. Saya sendiri sudah menjadi pengguna indosat sejak tahun 2014 silam, sudah lama sekali.

Meskipun lemot, tapi masih banyak yang menggunakan kartu simcard indosat. Dibalik kecepatan transfer data lemot, indosat menawarkan paket data dengan harga murah. Di Provider lain, pastinya nggak ada tuh. Kalaupun ada paling cuma masa promosi selama beberapa hari saja, besoknya naik lagi.

Pada tahun 2017, indosat populer banget dengan harga kuota yang super murah yakni paket Yellow Rp 1000/GB untuk pemakaian sehari. Mungkin karena inflasi, sekarang paket nya naik 5x lipat jadi 5000/1GB 3 hari.

Karena banyak penawaran menarik, bonus, serta harga paket data yang murah, pengguna indosat jadi membludak. Tingginya pengguna indosat tentu saja bisa memperlambat akses internet karena bandwidth yang dipakai bersama menerima lalu lintas yang padat setiap hari.

Di samping itu, provider indosat tidak seperti telkomsel yang punya banyak menara BTS bahkan tersebar di pedesaan. BTS ini idealnya bisa lebih banyak dalam satu tempat yang berdekatan, tujuanya supaya ponsel kita mendapatkan signal yang kuat.

Karena indosat punya sedikit BTS, sehingga pada wilayah yang sedikit jauh dengan BTS akan sulit mendapatkan signal. Posel kamu mungkin akan bekerja keras buat menemukan signal dari BTS terdekat, dampaknya penggunaan baterai makin boros.

Terkadang signal indosat sering hilang di tempat yang jauh dari area BTS pemancar. BTS ini fungsinya untuk menangkap signal radio lemah yang dikirim oleh ponsel dan mengirimkan signal response yang kumudian di proses oleh ponsel.

Indosat masih punya pasar sendiri walaupun lemot, kenapa? Alasanya nggak semua orang di indonesia punya banyak uang. Sebagian dari mereka hanya mampu membeli kuota/paket data dengan harga murah, makanya simcard indosat masih dipakai hingga sekarang.

Ada juga pemilik nomor yang ingin mempertahankan nomer indosat mereka. Contohnya saya, saya menggunakan nomer indosat yang saya beli pada tahun 2018 lalu. Kalau dihitung sudah 3 tahun saya menggunakan indosat, saya beli ini karena ada promo paket data Yellow Rp1000/GB.

Bayangin, anak sekolahan mana mampu beli kuota data telkomsel/Axis/XL. Harganya saja lumayan mahal, mahal banget. Sudah mahal kuota yang dikasih kecil + dibagi dua. Ada paket malam dan ada paket siang. Dulu saya rela kehilangan uang 28rb cuma buat beli voucher paket data axis sebesar 1GB.

Karena harga kuota axis cukup mahal, saat itu 28 ribu cuma bertahan seminggu. Tanpa video, ya karena cuma 1GB doang. Tapi setelah beralih ke indosat jadi lebih hemat. Kalau menurut pengalaman saya, kualitas jaringan indosat memang sangat menjengkelkan. Simcard indosat nggak cocok digunakan buat produktifitas.

Pengguna indosat banyak, ketika lalu lintas padat jaringan akan ngandat alias menurun kecepatan download sama upload nya. Nggak peduli kalau jaringan kamu sudah 4G, internet tetap akan lemot. Sebagai ganti nya kamu bisa beralih ke By.U yang lebih dinamis, flexsible, customizable plus kekinian.



Yuk pindah ke By.U dengan koneksi yang lebih lancar dan stabil

Berhubungan jaringan indosat selalu mengalami masala, jaringan sering hilang, koneksi internet yang tidak stabil. Saya memutuskan pindah ke By.u, mungkin bagi kalian by.u mahal, tapi kalau uat kerja jaringan telkomsel lebih lancar dibanding indosat.

Sudah lama saya menggunakan sim card indosat, hingga sekarang masih tetap sama. Kualitas jaringan yang buruk sangat mengganggu pekerjaan saya, apalagi setiap hari saya harus terhubung ke internet. Walaupun penggunaan kuota data tidak terlalu besar yang penting saya terhubung.

Artikel Terkait